Translate

Rabu, 10 Juli 2013

Audit Siklus Pendapatan

AUDIT 2

SIKLUS PENDAPATAN

SIFAT SIKLUS PENDAPATAN
Siklus pendapatan (revenue cycle) perusahaan terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa dengan pelanggan dan penagihan pendapatan dalam bentuk kas. Perusahaan yang berbeda juga memiliki sumber pendapatan yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan barang dagang dan pabrikasi yang melakukan penjualan; dokter, pengacara, akuntan publik yang menerima uang jasa (fee); bioskop, bank serta lembaga keuangan yang menerima bunga dan deviden; serta sekolah local yang  menarik pajak. Kebanyakan pembahasan dan ilustrasi dalam bab ini didasarkan pada perusahaan barang dagang; akan tetapi, banyak penjelasan yang dapat mudah diterapkan pada jenis perusahaan lainnya.
Usaha perusahaan barang dagang, kelompok transaksi yang termasuk dalam siklus pendapatan adalah (1) penjualan kredit (penjualan yang dilakukan derngan hutang), (2) penerimaan kas (penagihan piutang dan penjualan tunai), dan (30 penyesuaian penjualan (potongan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta piutang tak tertagih [penyisipan dan pengapusan]. Transaksi-ransaksi ini mempengaruhi akun-akun yang diuraikan pada Gambar 1-1. Tiga akun ini, yaitu harga pokok
Gambar 1-1 Siklus Pendapatan
Transaksi pendapatan
Debet
Kredit
Penjualan

Penerimaan

Retur Penjualan dan Pengurangan harga
Penyisihan untuk piutang tak tertagih
Pengapusan piutang tak tertagih
Piutang usaha
Harga pokok penjualan
Kas
Diskon Penjualan
Retur Penjualan dan
Pengurangan Harga
Beban piutang tak tertagih

Penyisihan untuk piutang tak tertagih
Penjualan
Persediaan
Piutang Usaha

Piutang

Penyisihan untuk piutang tak tertagih
Piutang

Penjualan (cost of goods sold), persediaan, dan kas, juga dipengaruhi oleh kelompok transaksi dalam siklus lainya.

A. TUJUAN AUDIT

Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan bukti kompeten yang memcukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan saldo dan transaksi siklus pendapatan. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik ini, auditor dapat menggunakan bebagai bagian dari perencanaan audit dan metodologi pengujian audit, disamping itu aplikasi metodologi ini untuk siklus pendapatan juga diarahkan pada tujuan audit spesifikasi yang telah diberi nomor urut (C1,…EO2,…EO1,…V4,…dan seterusnya) dalam Gambaran 1-2 seperti akan dijelaskan lebih lanjut nanti, pencapaian tujuan audit atas.

Gambar 1-2 Tujuan Audit Spesifikasi Untuk Siklus Pendapatan

Kategori Asersi
Kelompok
Transaksi atau
Saldo

Tujuan Audit Spesifikasi
Eksistensi atau kejadian kejadian











Kelengkapan





Hak dan Kewajiban




Penilaian atau alokasi












Penyajian dan Pengungkapan

Transaksi









Saldo


Transaksi



Saldo

Transaksi


Saldo

Transaksi




Saldo







Transaksi




Saldo






Catatan transaksi penjualan menggambarkan barang-barang yang dikirmkan atau jasa-jasa yang diberikan selama periode berjalan (EO1)
Catatan transaksi penerimaan kas menggambarkan kas yang diterima selama periode berjalan (EC2).
Catatan penyesuaian penjualan selama periode berjalan menggambarkan diskon yang telah diorientasi, retur dan pengurangan harga, serta piutang tak tertagih (EO3)
Piutang usaha menggambarkan jumlah tagihan kepada pelanggan yang ada pada tanggal neraca (EO4).
Seluruh penjualan (C1), Penerimaan, Kas (C2), dan penyesuaian penjualan (C3), yang dilakukan selama periode berjalan telah dicatat.
Piutang usah; termasuk seluruh klaim kepada pelanggan pada tanggal neraca (C4)
Perusahaan mempunyai hak atas piutang (RO1) dan kas (RO2) yang dihasilkan dari transaksi siklus pendapatan yang dicatat
Piutang usaha pada tanggal neraca menggambarkan klaim resmi perusahaan kepada pelanggan untuk membayar (RO3)
Seluruh penjualan (VA1) dan penerimaan kas (VA2) serta penyesuaian penjualan (VA3)) telah dinilai dengan menggunakan GAAP dan dijurnal, diikhtisarkan, serta diposting secara tepat.
Piutang usaha menggambarkan klaim kotor perusahaan kepada pelanggan pada tanggal neraca dan sesuai dengan jumlah pada buku pembantu piutang usaha (VA4)
Penyisihan untuk piutang tak tertagih menggambarkan estimasi yang layak atas perbedaan antara piutang kotor dan nilai bersih yang dapat direalisasihkan (VA5)
Perincian penjualan (PD1), penerimaan kas (PD2), dan Penjualan (PD3), mendukung penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk klasifikasi serta pengungkapan yang terkait.
Piutang usaha (PD4) telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan benar dalam laporan keuangan.
Pengungkapan yang tepat telah dibuat atas piutang usaha yang telah disetujui atau digadaikan (PD5).


  1. PENGGUNAAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS INDUSTRI KLIEN UNTUK MENGEMBANGKANSTRATEGI AUDIT

a.   Pemahaman Bisnis Dan Industri Klien

Auditor menggambarkan strategi audit berdasarkan resiko salah satu saji yang material langkah pertama dalam menilai resiko itu adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien karena hal teersebut juga dapat membantu auditor dalam:
·         Merngembangkan ekspektasi tentang total pendapatan dengan memahami kapasitas klien, pasar, dan pelanggan klien.
·         Mengembangkan ekspektisi tentang marjin kotor dengan memahami pangsa pasar (market share) dan keunggulan kompotitif (competitive advantage) klien dipasar5.
·         Mengembangkan ekspektasi tentang piutang bersih berdasarkan periode penagihan rata-rata untuk klien dan industri.

Disamping itu, proses menghasilkan pendapatan ini juga memerlukan beberapa beban (seperti, harga pokok penjualan atau beban penjualan), sehingga pemahaman mengenai mengenai siklus pendapatan dapat membantu mengembangkan ekspektasi pengeluaran perusahaan yang berkaitan denagan siklus tran saksi lainya dan menilai resiko bahwa laba yang mengandung salah saji yang material belum diaudit.
Pembahasan berikut mengilustrasikan pentingnya pemahaman tentang siklus pendapatan untuk lima perusahaan yang berbeda., perusahaan alat rumah tangga memproduksi peralatan seperti pencuci, pengering, refrigator, atau barang-barang rumah tangga lainnya. Perusahaan ini biasanya mendistribusikan barang-barangnya kepedagang besar yang kemudian menjualnya ke pelanggan akhir. Proses penjualan dan penagihan merupakan siklus  transaksi yang material bagi perusahaan ini yang menghadapi resiko nsignifikasi berkaitan dengan (1) kemampuan untuk menjual persediaan dengan marjin kotor yang masuk akal, dan (2)  penagihan piutang. Perusahaan komputer elektronik memproduksi atau merakit perangkat komputer yang berkisar dari komputer mainframe dan server jaringan kerja hingga komputer PC (personal computer). Penjualan dan penagihan merupakan siklus transaksi yang material bagi perusahaan komputer yang menghadapi resiko signifikasi berkaitan dengan (1) pengakuan pendapatan, (2) kemampuan untuk menjual persediaan pada marjin kotor yang masuk akal, dan (3) penagihan piutang.
a)   Materialitas
Pendapatan merupakan ukuran voleme aktivitas sebenarnya bagi setiap perusahaan. Pendapatan biasanya melibatkan volume transaksi yang tinggi, dan total pendapatan  merupakan hal yang sangat penting pada laporan keuangan yang sering kali digunakan sebagai ukuran materialitas secara keseluruhan untuk penugasan ini. Pengetahuan tentang bisnis dan industri klien merupakan hal yang penting dalam mempertimbangkan signifikasi transaksi pewnyesuaian penjualan, diskon penjualan, serta retur penjualan, dan pengurangan harga yang sangat bervariasi dari satu industri dengan industri lainnya.
b)   Resiko Inhelen
Dalam menilai resiko inhelen pada asersi siklus pendapatan, auditor harus mempertimbangkan factor pervaris (pervasive) yang dapat mempengaruhi asersi dalam beberapa siklus, termaksud siklus pendapatan serta factor-faktor yang hanya berkaitan dengan asersi tertentu dalam siklus pendapatan. Faktor-faktor ini dapat mendorong manajemen untuk masalah sajikan asersi siklus pendapatan, seperti:
a.    Memaksakan untuk menyatakan terlalu tinggi pendapatan dalam rangka melaporkan pencapaian target pendapatan atau profitabilitas yang ditetapkan atau norma industri yang sebetulnya tidak terpenuhi karena factor-faktor seperti kondisi ekonomi global, nasional, atau regional, dampak perkembangan teknologi terhadap kemampuan bersaing peruusahaan, atau buruknya manajemen.
b.   Memeaksakan untuk menyatakan terlalu tinggi kas dan piutang kotor atau menyatakan terlalu rendah menyatakan terlalu rendah penyisihan piutang tak tertagih (doubtful account) dalam rangka melaporkan tingkat modal kerja yang tinggi untuk kebutuhan memenuhi akad (covenants) hutang.

Faktor-fakyor lain yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pendapatan termasuk hal-hal berikut:
·         Volume penjualan, penerimaan kas, dan transaksi penyesuaian penjualan seringkali tinggi, hingga mengakibatkan sejumlah kesalahan terjadi
·         Penentuan waktu dan jumlah pendapatan yang akan diakui bertentangan dengan factor-faktor seperti standar akutansi yang mendua, kebutuhan untuk membuat estimasi, kompleksitas perhitungan yang tercangkup, dan hak pembeli untuk mengembalikan barang.
·         Pada saat piutang difaktorkan dengan tanggung renteng (recourse), klasifikasi yang benar atas transaksi tersebut sebagai penjualan atau pinjaman akan menjadi rancu.
·         Piutang mungkin salah diklasifikasikan sebagai hutang lancar atau tidak lancar akibat kesulitan dalam mengestimasi kemungkinan penagihanya ditahun mendatang atau sumber peristiwa  dimana penagihan bersifat kontinjen.
·         Transaksi penerimaan kas menghasilkan aktiva likuid yang rentah terhadap nisapropriasi
·         Transaksi penyesuaian penjualan mungkin digunakan untuk menyembunyikan pencurian kas yang diterima dari pelanggan dengan menetapkan terlalu tinggi diskon, mencatata retur penjualan fiktif, atau menghapus saldo pelanggan sebagai tak tertagih.

Resiko prosedur analitis
Resiko prosedur analitis merupaan unsure resiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal mendeteksi salah saji yang material. Prosedur analitis merupakan cara efektif dari segi biaya dan mengandalkan pada pengetahuan auditor tentang bisnis dan industri klien. Tahap pertama dalam melakukan prosedur analitis adalah memproleh pemahaman mengenai total pendapatan yang diberikan. (1) kapasitas klien, dan (2) pasar produk-produk klien. Auditor harus memperoleh pemahaman mengenai Kapasitas Klien, yaitu volume penjualan maksimum yang dapat dihasilkan jika fasilitas dan tenagan kerja dimanfaatkan secara penuh dalam memproduksi dan mengirimkan barang atau jasa. Auditor harus sensitive terhadap volume penjualan yang dicatata perusahaan dari kapasitas yang ada, jumlah gilir kerja (shifts) yang dioperasikan perusahaan, dan variasi musiman dalam industri ini. Jauh lebin efektif untuk mengevaluasi total pendapatan terhadap ukuran aktivitas bisnis dari pada membandingkan pendapatan periode berjalan dengan pendapatan tahun sebelumya. Seringkali auditor akan menyesuaikan prosedur analitis dengan industri klien yang membandingkan pendapatan dengan ukuran proses yang menghasilkan pendapatan, sebagai contoh, auditor dapat mengevaluasi kecendrungan berikut:
·      Pendapatan per jumlah jam tenaga kerja pabrik, bagi perusahaan yang melaksanakan proses fanufaktur padat karya (labor intensive)
·      Pendapatan dari aktiva pabrik dalam perusahaan yang melakukan proses manufaktur padat (capital intensive)
·      Pendapatan per segi (square foot) ruangan took eceran bagi grosir
·      Pendapatan yang dibandingkan dengan tingkat hunian untuk industri seperti hotel atau penerbangan
·      Iuran per murid (mahasiswa) untuk sekolah
Prosedur analitis l;ainnya yang dapat dinilai auditor dalam siklus pendapatan mencangkup:
·      Perputaran penjualan, rasio penjualan terhadap rata-rata total aktiva.
·      Kecendrungan dalam marjin kotor dibandingkan dengan kecendrungan dalam pangsa pasar
·      Estimasi piutang usaha yang memberikan pengetahuan tentang voleme penjualan perusahaan, harga, dan periose penagihan histories.
·      Perbandingan piutang usaha dengan piutang yang diestimasi dalam anggaran kas perusahaan
·      Beban piutang tak tertagih terhadap penjualan kredit bersih
·      Beban piutang tak tertagih terhadap piutang tak tertagih actual.

C. MEMPERTIMBANGKAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL

Dalam bagioan ini, kita akan membahas aplikabilitas empat dari lima komponen pengadilan internal pada siklus pendapatan – lingkungan pengadilan, penilaian resiko, informasi dan komunikasi (termasuk system akuntansi), dan pemantauan (monitoring).
1.   Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian terdiri dari beberapa factor yang dapat mengurangi beberapa resiko inheren yang berkaitan dengan siklus pendapatan yang telah dibahas sebelumya dalam bab ini. Disamping itu, factor-faktorini juga dapat meningkatkan atau mengurangi keefektifan komponen pengendalian internal lainnya dalam mengendalikan resiko salah saji pada asersi siklus pendapatan. Faktor lingkungan pengendalian yang penting untuk mengurangi resiko pencurangan pelaporan keuangan dengan menyajikan terlalu tinggi pendapatan dan piutang, misalnya, adopsi manajemen serta ketaatan terhadapan standar integritas dan nilai-nilai etika yang tinggi.

2.   Penilaian Resiko
Penilaian resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah sama dengan penilaian inheren oleh auditor eksternal. Uapaya yang cermat oleh sebagian manajemen untuk mengidentifikasi jenis-jenis resiko yang bekaitan dengan saldo dan transaksi siklus pendapatan.
3.   Informasi dan Komunikasi (system akuntansi)
Pemahaman atas system akuntansi pendapatan memerlukan pengetahuan tentang bagaimana.
c.   Penjualan diawali
d.   Barang dan jasa diberikan
e.    Piutang dicatata
f.    Kas diterima
g.    Penyesuaian penjualan dilakukan, termasuk metode pemrosesan data serta dokumen penting dan catatan yang digunakan.
4.   Pemantauan (Monitoring)
Komponen ini harus memberikan menajemen umpan balik tentang apakahpengendalian internal yang berkaitan dengan saldo dan transaksi siklus pendapatan telah beroperasi seperti yang diharapkan. Auditor harus memproses pemahaman tentang umpan balik ini dan apakah manajemen telah mengawali setiap tindakan korektif berdasarkan informasi yang diterima dari aktivitas pemantauan.
5.   Penilaian Awal atas Resiko Pengendalian dan Strategi Audit Pendahuluan
Pada saat auditor memproleh bukti tenyang keefektifan operasi pengendalian internal yang berkaitan dengan prosedur untuk memperoleh pemahaman, Auditor dalam kasus semacam itu, kepastian yang terbatas mungkin diperoleh tentang keefektifan pengendalian yang terutama didasarkan atas prosedur yang mencangkup pengajuan pertanyaan, observasi, dan beberapa inspeksi atas bukti yang didokumentasikan. Banyak auditor akan menilai resiko pengendalian untuk asersi tertentu secara sepintas dibawah atau diatas maksimum.

AKTIVITAS PENGENDALIAN – TRANSAKSI PENJUALAN

Pesanan penjualan dapat dilakukan secara over-the-counter, atau melalui telepon, surat, representatif penjualan traveling (traveling sales representative), fax, atau pertukaran data elektronika (electronika data interchage). Barang-barang dapat diambil sendiri oleh pelanggan atau dikirimkan oleh penjual. Transaksi penjualan ini biasanya dicatat dengan menggunakan system komputer yang dapat memproses transaksi secara berurutan atau metode pemrosesan batch. Aktivitas pengendalian selama transaksi penjualan berlangsung harus disesuaikan dengan perubahan situasi. Sesungguhnya setiap perusahaan yang memerlukan audit mempunyai system akuntasi yang terkomputerisasi (computerized accounting system). Karenaitu, makalah ini berfokus pada bagimana manajemen mengimplementasikan aktivitas pengendalian dengan menggunakan prosedur dengan menggunakan prosedur pengendalian yang terperogram, Bahwa terdapat dua jenis pengendalian dua jenis pengendalian dengan komputer:
·         Pengendalian umum yang berhubungan dengan lingkungan komputer dan mempunyai pengaruh pervasive terhadap aplikasi komputer.
·         Pengendalian aplikasi yang berhubungan dengan setiap aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, seperti siklus pengeluaran

DOKUMEN DAN CATATAN YANG UMUM

Sejumlah dokumen dan catatan yang digunakan oleh perusahaan besar dalam penrosesan transaksi penjualan kredit seringkali mencangkup hal –hal berikut:
·         Pesanan pelanggan. Pemintaan barang dagang oleh pelanggan yang diterima langsung dari pelanggan, atau melalui wiraniaga (salesperson)
·         Pesanan penjualan. Formuloir yang menunjukan deskripsi, kuantitas, dan data lainnya yang berkaitan dengan pesanan pelanggan.
·         Dokumen pengiriman. Formulir yang digunakan untuk menunjukan rincian dan tanggal setiap pengiriman.
·         Faktur penjualan. Formulir yang menyatakan penjualan tertentu, termasuk jumlah yang terutang, syarat, dan tanggal penjualan.
·         Daftar harga yang diotorisasi. Daftar atau file induk komputer yang berisi harga barang-barang yang diotorisasi yang ditawarkan untuk dijual.
·         File transaksi penjualan. File komputer yang berisi transaksi penjualan yang telah diselesaikan.
·         Jurnal penjualan. Daftar jurnal dari transaksi penjualan yang telah diselesaikan
·         File induk pelanggan. File yang berisi informasi tentang penririman dan penaghan pelanggan serta batas kredit pelanggan
·         File induk piutang usaha. File yang berisi informasi tentang transaksi dan saldo dari setiap pelanggan. File ini berfungsi sebagai dasar untuk menyusun buku pembantu piutang usaha.
·         Laporan bulanan pelanggan. Laporan yang dikirim setiap pelanggan yang menunjukan saldo awal, transaksi selama bulan berjalan, dan saldo akhir.

FUNGSI – FUNGSI

Pemrosesan transaksi pendapatan mencangkup fungsi-fungsi pendapatan berikut:
a.    Meprakarsipenjualan. Permintaan oleh sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain, meliputi:
·         Penerimaan pesanan pelanggan
·         Persetujuan kredit
b.   Pengiriman Barang dan Jasa. Pengiriman fisik atau penyerahan barang dan jasa, meliputi:
·         Pemenuhan pesanan penjualan
·         Pengiriman pesanan penjualan
c.   Pencatatan penjualan . Pengakuan formal atas pendapatan oleh perusahaan, meliputi:
·         Penagihan pelanggan
·         Pencatatan penjualan

Setiap fungsi utama harus diberikan kepada individu atau departemen yang berbeda, dengan melakukan pemisahan tugas yang memadai. Fungsi-fungsi, aktivitas pengendalian yang berlaku, asersi yang relevan, dan tujuan audit spesifik akan dijelaskan bagian berikut.

Meprakasai Penjualan

Pada umumnya, memprakasai transaksi merupakan proses disetujuinya transaksi itu dengan pihak ketiga yang independent. Banyak perusahaan besar memisahkan subfungsi berikut, perusahaan yang dikelolah oleh pemiliknya (owner-managed entities) dapat menggabungkan fungsi-fungsi ini dan mengoffset pemisahan tugas yang ideal dengan kelalaian signifikan yang dilakukan oleh manager - pemilik. Proses disetujuinya kredit trutama penting dalam konteks penjaminan bahwa barang-barang yang dikirimkan telah dibayar secara tepat waktu.

Penerimaan Pesanan Pelanggan

Pesanan penjualan dari pelanggan harus diterima hanya apabila sesuai dengan criteria yang diotorisasi oleh manajemen. Kriteria tersebut biasanya memberikan persetujuan khusus atas pesanan yang dilakukan oleh departemen pesanan penjualan dengan menggunakan terminal komputer untuk menetukan bahwa pelanggan tercantum dalam file induk pelanggan, dan biasanya memiliki batas kredit yang telah disetujui.

Persetujuan Kredit

Persetujuan kredit diberikan oleh department kreditv sesuai dengan keebijakan kredit department dan batas kredit yang diotorisasi untuk setiap pelanggan. Biasanya komputer dapat diprogram penjualan yang diantisifasi, dengan batas kredit pelanggan dalam file induk pelanggan yang disetujui. Pengecekan atas kredit seluruh pelanggan baru harus selalu dilakukan, yang dapat mencangkup perolehan laporan kredit dari lembaga pemberi peringkat seperti dun dan Branstreet. Persetujuan kredit menunjukan apakah karyawan bagian kredit yang berwenang telah mengikuti prosedur yang berlaku ketika menerima pelanggan baru dan mencata informasi kredit tambahan ke file induk pioutang  usaha. Pengendalian atas persetujuan kredit dirancang untuk mengurangi resiko pencatatan setiap transaksi pendapatan pada jumlah yang melebihi jumlah kas yang diharapkan akan direalisasi dari transaksi tersebut. Jadi, hal ini berhubungan dengan asersi penilaian atau alokasi dari transaksi penjualan (VA1). Tentu saja, ekspektasi terhadap dapat direalisasikan jumlah-jumlah tersebut akan berubah sepanjang waktu, yang mengakibatkan diperlukannya suatu penyisihan untuk piutang tak tertagih. Pengendalian atas persetujuan kredit juga akan memungkinkan manajemen membuat estimasi yang lebih andal atas besarnya penyisihan tang diperlukan tersebut. Dengan demikian, pengendalian ini juga berhubungan dengan asersi penilaian atau alokasi untuk penyisihan piutang tak tertagih (VA5)

Pengiriman barang atau jasa

Pengiriman barang atau jasa merupakan peristiwa ekonomi yang menggambarkan pergantian / perubahan (change) hak dan penetapan hak atas piutang.

Pemenuhan pemesanan penjualan

Kebijakan perusahaan umumnya melarang mengeluarkan barang-barang dari gudang tanpa adanya pesanan penjualan yang disetujui. Selanjutnya, komputer dapat diprogram untuk mencocokcn item-item pada pesanan penjualan yang disetujui. Prosedur pengendalian ini dirancang untuk menghindari pemindahan barang yang tidak diotorisasi dari persediaan. Gudang penyimpanan dapat menerima salinan pesanan penjualan yang telah disetujui secara elektronik sebagai otorisasi untuk memenuhi pesanan dan mengeluarkan barang ke departemen pengiriman

Pengiriman Pesanan Penjualan

Pemisahan tanggung jawabatas pengiriman barang dengan persetujuan dan pemenuhan pesanan akan membantu mencegah petugas pengiriman melakukan pengiriman yang tidak diotorisasi. Di samping itu, pengendalian manual yang penting juga mengharuskan petugas pengiriman melakukan pengecekan independent untuk menentukan
a.    Bahwa barang yang diterima dari gudang disertai dengan otorisasi yang sesuai
b.   Bahwa pesanan telah dipenuhi dengan benar (barang yang diterima sesuai dengan rincian yang ada dalam pesanan penjualan) (EO1).

Pencatatan Penjualan

Proses pencatatan penjualan meliputi penyiapan dan pengiriman faktur penjualan bernomor urut ke pelanggan (penagihan pelanggan) serta pencatatan faktur penjualan secara akurat dan dalam periode akuntansi yang benar (pencatatan penjualan)

Penagihan Pelanggan (billing customers)
Perhatian utama auditor mengenai penagihan adalah bahwa pelanggan telah ditagih
1.    Untuk seluruh penagihan
2.    Hanya pengiriman actual (tidak ada duplikat penagihan atau transaksi fiktif)
3.    Pada harga yang telah diotorisasi
4.    pengendalian yang dirancang untuk mengurangi resiko kelalaian, duplikasi, penetapan harga yang tidak benar, dan jenis kesalahan lainnya dalam proses penagihan (yang berhubungan dengan tujuan audit spesifik) mencangkup berikut ini:
·         Komputer mencocokan informasi pada faktur penjualan dengan pesanan penjualan dan informasi pengiriman (EO1)
·         Komputer mencocokan harga jual dengan daftar harga yang diotorisasi dan harga pada pesanan penjualan ketika menyiapkan faktur penjualan (VA1)

Pencatatan Penjualan

Dalam system yang terkomputrisasi, file transaksi penjualan dibuat dalam proses penagihan digunakan untuk
1.    Memperbaharui (up date): piutang uasaha persediaan , dan file induk buku besar
2.    Membuat jurnal penjualan dan ikhtisat transaksi buku besar yang menunjukan pemostingan kesetiap akun buku besar.
Pengendalian atas pencatatan (dan yang berhubungan dengan audit spesifik) meliputi hal-hal berikut:
·         Penjualan hanya dicatat berdasarkan faktur penjualan dan dengan mencocokan dokumen pengiriman serta pesanan penjualan yang membuktikan penjualan tersebut dan tanggal transaksi (EO1, R1, VA1)
·         Akuntansi untuk seluruh faktur penjualan bernomor urut (C1)
·         Mengulangi (run – to – run) penjumlahan dengan mencocokan jumlah saldo akhir piutang, ditambah penjualanyang telah diposting, dengan saldo akhir piutang (C1, EO1, VA1)
·         Melakukan pengecekan yang independent secara periodic atas kesesuaian buku pembantu piutang usaha atau file induk dengan akun pengendali buku besar (VA1).

Dua pengendalian manual yang penting juga harus ditempatkan dalam system pengendalian internal yang dirancang dengan baik.
·         Pengiriman laporan bulanan ke pelanggan dengan instruksi untuk melaporkan setiap pengecualian yang ditunjukan penyelia akuntansi yang tidak terlibat dalam pelaksanaan atau pencatatan transaksi siklus pendapatan (seluruh tujuan siklus pendapatan)
·         Perusahaan harus menetapkan tingkat review reguler yang tepat dan akuntabilitas eksekutif penjualan untuk menganalisis penjualan menurut produk, devisi, wiraniga (saleaperson), atau daerah, dan membandingkan dengan anggaran (seluruh tujuan transaksi penjualan)

System Lustratif Untuk Memproses Penjualan Kredit

Informasi yang penting untuk mendokumentasikan pemahaman auditor atas pengendaliann internal.
1.    Fungsi-fungsi kunci
2.    Dokumtasi jejak audit
3.    Laporan utama yang dihasilkan oleh system
4.    Program serta  file komputer yang tercangkup dalm system akuntansi
Setiap salinan dokumen tidak boleh didokumentasikan dalam bagan arus, sebagaimana auditor hanya memerlukan pemahaman yang cukup atas rencana audit. Bagan arus tersebut juga mengikuti jejak transaksi sejak dimulainya transaksi itu sampai pencatatannya kedalam buku besar, yang mendukung laporan keuangan. Auditor juga harus mendokumentasikan aktivitas atau prosedur pengendalian yang penting yang mungkin telah diselesaikan melalui ikhtisar tertulis singkat yang mirip dengan salah satu yang diikuti

 

Perolehan Pemahaman Dan Penilain Resiko Pengendalian

Auditor harus memperoleh pemahaman atas siklus penjualan yang mencukupi untuk merencanakan audit. Yaitu,
1.    Mengidentifikasi jenis salah saji yang potensial
2.    Mempertimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi resiko salah saji yang material
3.    Merancang pengujian subtantif

Jika auditor merencanakan untuk menilai resiko pengendalian pada tingkat yang rendah untuk asersi siklus pendapatan, mak dia biasanya akan:
·         Menguji keefektifan pengendalian umum
·         Menggunakan tekhnik audit berbantuan komputer (CCATs) untuk mengevaluasi keefektifan pengendalian yang diprogram
·         Menguji keefektifan prosedur tindak lanjut atas pengecualian yang ditunjukan oleh pengendalian terprogram

Sebagai contoh, auditor dapat menggunakan dan menguji untuk menentukan apakah hasil yang diharapkan tanpak pada laporan pengecualian ketika dia menyampaikan
·         Kode pelanggan yang hilang atau tidak sah
·         Produk yang tidak sah
·         Pesanan yang melebihi batas kredit pelanggan
·         Laporan transaksi pengiriman dalam kuantitas yang berbeda dengan jumlah yang dipesan (baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah )
·         Pesanan produk yang tidak ada dalam persediaan
·         Huruf abjad yang dimasukan ke dalam filed numering
·         Harga, nomor pemasok, atau informasi lainnya pada faktur penjualan yang tidak cocok dengan informasi pada pesanan penjualan
·         Kuantitas faktur yang tidak cocok dengan kuantitas pada dokumen pengiriman

Auditor juga dapat menggunkan perangkat lunak (software) audit atau program utulitasuntuk meelakukan pengurutan cek dan mencetak daftar pemesanan penjualan, dokumen pengiriman, atau faktur penjualan yang jumlahnya telah hilang dalam file komputer yang dirumuskan.

Aktivitas Pengendalian – Transaksi Penerimaan Kas

Penerimaan kas merupakan hasil dari beberapa aktivitas. Sebagai contoh, kas diterima dari transaksi pendapatan, pinjaman janka pendek dan pinjaman jangka panjang, serta aktiva lainnya. Lingkup bagian ini dibatasi pada penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan dari pelanggan atas penjualan kredit.

Dokumen dan Catatan Umum

Dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemerosesan penerimaan kas adalah sebagai berikut:
·         Bukti penerimaan uang (remittance advice). Dokumen yang dikirim kepelanggan bersama dengan faktur penjualan yang kemudian akan dikembalikan bersama pembayaran yang menunjukan nama pelanggan serta nomor akun, aomor faktur, dan jumlah yang dibayar (misalnya, bagian tagihan telepon yang dikembalikan bersama dengan pembayaran)
·         Pendaftaran. Daftar penerimaan kas yang diterima melalui pos
·         Lembar perhitungan kas. Daftar kas dan cek dalam register kas. Daftar ini digunakan dalam merekonsiliasi total penerimaan dengan total yang dicetak oleh register kas
·         Ikhtisar kas harian. Laporan yang menunjukan total penerimaan melalui kasir (over-the-counter) atau pos yang diterima oleh kasir sebagai setoran
·         Slip deposit yang disahkan. Daftar yang dibuat oleh penyetor dan distempel oleh bank yang menunjukan tanggal serta total setoran yang diterima bank dan rincian penerimaan dalan setoran tersebut
·         File transaksi penerimaan kas. File komputer atas transaksi penerimaan kas yang telah disahkan yang diterima untuk pemerosesan, file ini digunakan untuk meperbaharui file induk piutamh usaha.
·         Jurnal penerimaan kas. Jurnal yang berisi daftar penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan piutang usaha

Fungsi-fungsi

Fungsi penerimaan kas, yang meliputi pemrosesan penerimaan dari penjualan tunai dan kredit,  termasuk subfungsi berikut:
·         Menerima penerimaan kas
·         Menyetorkan kas ke bank
·         Mencatat penerimaan kas
·         Sebagaimana dalam kasus transaksi penjualan kredit, pemisahan tugas untuk melakukan fungsi-fungsi ini merupakan aktivitas pengendalianinternal yang penting. Fungsi-fungsi aktivitas pengendalian yang berlaku dan asersi yang relevan serta tujuan audit spesifik akan dijelaskan dalam bagian berikut

1.   MENERIMA PENERIMAAN KAS
Resiko utama dalam memproses transaksi penerimaan kas sebelum atau sesusah catatan penerimaan dibuat kinanpencurian kas sebelum atau sesudah catatan penerimaan dibuat. Dengan demikian, prosedur pengendalian harus memberikan kepastian yang layak bahwa dokumentasi penetapan tanggung telah dibuat pada saat kas diterima dan bahwa kas telah disimpan ditempat yang aman. Resiko kedua adalah kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pemrosesan penerimaan berikut.
Penerimaan melalui kasir (over –the-counter receipts)
Untuk penerimaan melalui kasir, penggunaan register kas atau terminal titik penjualan (point –of-sale-terminal) sangat diperluka. Alat ini menyediakan:
·         Gambaran visual secara langsung untuk pelanggan dengan jumlah penjualan tunai dan kas yang dilanjutkan
·         Kuitansi penerimaan yang dicetak atas nama pelanggan dan catatan internal atas transaksi pada file komputer atau pita register yang terkunci
·         Total pengendalian yang dicetak atas penerimaan harian yang diproses pada alat tersebut.

Penerimaan Melalui Pos (MAIL RECEPIPTS)
Untuk menimalkan kemungkinan pengalihan melalui pos, sebagaian besar perusahaan meminta pelanggan untuk membayar dengan cek. Beberapa perusahaan yang memiliki volume penerimaan melalui pos yang besar menggunakan system kotak pos (locksbox system). Alat ini merupakan kotak surat (post office box) yang dikendalikan oleh bank perusahaan

Menyetorkan Kas ke Bank

Pengendalian fisik yang tepat atas kas mensyaratkan bahwa seluruh penerimaan kas disetorkan secara utuhsetiap hari (deposited intact daily). Kata utuh berarti semua penerimaan harus disetorkan; yaitu, pengeluaran kas tidak boleh dilakukan dengan penerimaan yang belum disetorkan

Mencatat Penerimaan Kas

Fungsi ini meliputi pembuatan jurnal penerimaan kas secara over-the-counter dan melalui pos serta posting penerimaan kas melalui pos keakun pelanggan. Untuk menjamin bahwa hanya transaksi yang sah yang dimasukkan, akses fisik kecatatan akuntasi atau terminal komputer yang digunakan untuk mencatat hal itu harus dibatasi pada orang yang berwenang. Penerimaan secara over-the counter umumnya dicatat dalam akuntansi umum berdasarkan ikhtiar kas harian yang diterima dari kasir.

Aktivitas Pengendalian – Transaksi Penyesuaian Penjualan

Transaksi penyesuaian penjualan meliputi:
·         Pemberitahuan potongan tunai
·         Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga
·         Penentuan piutang tak tertagih
Dalam banyak perusahaan, jumlah dan nilai unag dari nilai transaksi ini tidaklah material. Namun, bagi beberapa perusahaan, potensi salah saji yang diakibatkan oleh kesalahan dan pnyelewengan dalam pemrosesan transaksi ini perlu dipertimbangkan. Perhatian utamanya tertuju pada kemungkinan pencatatan transaksi penyesuaian penjualan fiktif untuk menyembunyikan penyelewengan dalam proses penerimaan kas. Misalnya, seorang karyawan dapat menggelapkan kas yang diterima dari pelanggan dan menutupi penyelewengan yang dilakukannya dengan menghapus akun pelanggan terhadap penyisihan piutang tak tertagih.
Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti tentang keefektifan perencanaan dan operasi system pengendalian internal perusahaan. Resiko inheren yang berkaitan dengan transaksi penerimaan sak adalah tinggi akibat kemungkinan penipuan oleh kayawan melalui pengalihan penerimaan kas. Jika prosedur analitis menunjukan kenaikan jumlah hari piutang beredar, maka hal ini mungkin dapat menjelaskan pengalihan penerimaanh kas itu. Akibat resiko inheren atas penggelapan kas, dan dampak transaksi penerimaan kas terhadap piutang, auditor seringkali akan menguji prosedur pengendalian yang berkaitan dengan penerimaan kas. Jika tujuan pengendalian telah dicapai melalui prosedur pengendalian terprogram, maka auditor akan merencanakan lingkup pengujian yang meliputi pengujian atas.
1.    Pengendalian umum dengan komputer
2.    Pengendalian aplikasi komputer
3.    Keefektifan prosedur tindak lanjut manual

Pengujian Substantif Atas Piutang Usaha

Piutang meliputi jumlah yang harus dinbayar pelanggan, karyawan, dan afiliasi atas akun terbuka, wesel, serta pinjaman, dan bungga akrual atas salso semacam itu. Pertimbangan yang akan kita berikan di sini ditunjukan pada piutang kotor dari para pelanggan atas tran saksi penjualan kredit dan yang berhubungan dengan akun kontrak, yaitu penyisihan untuk piutang tak tertagih merupakan hal yang penting untuk mengingat kembali bahwa dengan mengaudit penjualan yang berkaitan.

SIKLUS PENDAPATAN (LANJUTAN)

PENENTUAN RESIKO DETEKSI UNTUK PENGUJIAN RINCIAN

Ingat kembali bahwa untuk tingkat resiko audit tertentu, resiko pengujian rincian berhubungan terbalik dengan penilaian tingkat resiko inheren, resiko prosedur analisi, dan resiko pengendaliaan. Jadi, factor-faktor yang berkaitan dengan penilaian ini harus dipertimbangkan dalam penetuan tingkat resiko pengujian rincian yang dapat diterima untuk setiap asersi piutang usah. Penilaian resiko pengendalian untuk asersi piutang usaha tergantung pada penilaian resiko pengendalian terkait untuk kelompok transaksi ini (penjualan kredit, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan yang mempengaruhi saldo piutang uasaha.
MERANCANG UJI SUBSTANTIF
Sebelum melakukan pengujian substantive, auditor menentukan tingkat risiko deteksi yang diterima. Penentuan risiko deteksi dapat dilakukan apabila sudah memiliki pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern. Tingkat risiko deteksi yang diterima akan menentukan lauasnya pengujian substantive yang akan dilakukan. Bila auditor menentukan risiko deteksi yang rendah, auditor akan melakukan pengujian substantive secara ekstensif untuk mencapai tingkat kepercayaan terhadap laporan keuangan sesuai dengan yang diharapkan, demikian pula sebaliknya.

PROSEDUR AWAL

Titik awal untuk memenuhi setiap pengujian audit adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien. Prosedur awal yang penting untuk memperivikasi piutang usaha dan akun penyelisihan terkait adalah menelusuri saldo awal periode berjalan kesaldo akhir yang telah diaudit dalam kertas kerja tahun sebelumnya (jika dapat dilakuka). Selanjutnya, aktivitas periode berjalan dalam akun pengendalian buku besar dan akun penyisihan terkait harus direview untuk setiap ayat jurnal yang signifikasi, yang tidak biasa dari segi sifat atau jumlah, yang memerlukan investigasi khusus. Sebagai contoh, auditor harus menginvestigasi setiap piutang dan pendapatan yang belum dibukukan dengan cara mencatat faktur penjualan dalam jurnal penjualan.
Selain itu, auditor juga dapat membuat neraca saldo piutang usaha secara langsung dari file induk klien dengan menggunakan bperangkat lunak audit.

PROSEDUR ANALITIS

Tujuan auditor dalam melakukan prosedur analitis adalah mengembangkan ekspektasi atas saldo piutang usaha, hubungan piutang usaha dengan penjualan, dalam marjin kotor perusahaan.

PENGUJIAN RINCIAN TRANSAKSI

Pengujian rincian transaksi tertentu dapat dilaksanakan selama pekerjaan interim (interim work) bersama dengan pengujian pengendalian dalam bentuk pengujian bertujuan ganda.

Memvouching Catatan Piutang ke Transaksi Pendukung

File akan pelanggan yang diselenggarakan oleh klien harus berisi dokumen seperti pesanan pelanggan, pesanan penjualan, dokumen pengiriman, faktur penjualan, memorandum kredit.

Pengujian ini dapat dilaksanakan secra lebih ekstensiuf apabila tingkat resiko deteksi yang berlaku yang akan dicapai adalah rendah, atau untuk melengkapi prosedur konfirmasi apabila situasi tertentu terjadi.

Melakukan Pengujian Pisah Batas untuk Penjualan dan Retur Penjualan

Pengujian pisah batas penjualan (sales cut-off tests) dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha telah dicatat dalam periode akuntansi dimana transaksi tersebut terjadi dan (2) ayat jurnal yang berkaitan dengan persediaan dan harga pokok penjualan telah dibuat dalam periode yang sama.
Pengujian pisah batas retur penjualan (sales return cutoff test) adalah serupa dan terutama diarahkan langsung pada kemungkinan bahwa retur yang dilakukan sebelum akhir tahun belum dicatat setelah akhir tahun,

Melakukan Pengujian Pisah Batas atas Penerimaan Kas

Pengujian pisah batas penerimaan kas (cash receipts cutoff test) dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa penerimaan kas telah dicatat dalam periode akuntansi yang tepat.

PENGUJIAN RINCIAN SALDO

Dua bidang utama dari prosedur dalam kategori pengujian substantif untuk piutang usaha ini akan dibahas : konfirmasi piutang dan prosedur tindak lanjut yang berkaitan serta prosedur untuk mengevaluasi kecukupan penyisihan piutang tak tertagih.

Konfirmasi Piutang

Konfirmasi piutang usaha mencakup komunkasi tertulis secara langsung antara pelanggan dan auditor.

Prosedur Audit Yang Berlaku Umum

Konfimasi piutang adalah prosedur sudit yang berlaku umum. AU 330, proses konfimasi (SAS 67),
Menyatakan ada anggapan bahwa auditor akan meminta konfirmasi piutang selama melakukan audit, kecuali:
·         Piutang usaha bersifat tidak material terhadap laporan keuangan
·         penggunaan konfirmasi akan menjadi tidak efektif

Formulir Konfirmasi

Ada dua formulir permintaan konfirmasi:
1.    Konfirmasi Positif
2.    Konfirmasi Negatif

Penentuan Waktu Dan Luas Permintaan Konfirnasi

Luas permintaan konfirmasi, atau ukuran sample berhubungan terbalik dengan setiap factor-faktorr berikut:
1.    Tingkat resiko deteksi yang dapat duterima untuk arsesi dimana bukti konfirmasi dipakai
2.    Luas dimana pengujian sudstantif lainnya akan bermanfaat untuk mencapai tingkat resiko tersebut
3.    Salah saji piutang usaha yang dapat ditoleransi

Pengendalian atas Permintaan Konfirmasi

Mengendalikan setiap langkah dalam proses konfirmasi. Hal ini berikut:
1.    Memastikan bahwa jumlah, nam, dan alamat pada konfirmasi telah sesuai dengan data akun pelanggan
2.    Menjaga peyimpanan konfirmasi sampai dikirimkan
3.    Mewajibkan pengiriman jawaban langsung ke auditor

Disposisi Pengecualian

Jawaban konfirmasi mungkin akan berisi beberapa pengecualian (exeptions) yang tidak dapat dihindarkan. Pengacualian ini dapat disebabkan oleh barang yang masih dalam perjalanan (in transit) dari klien ke pelanggan.
Prosedur alternatif untuk konfirmasi yang tidak dijawab
Apbila tidak ada jawaban jawaban yang diterima atas permintaan konfirmasi positif kedua atau ketiga dari pelanggan. Prosedur semacam ini dapat diterima apabila dua kondisi berikut berlaku:
·         Tidak ada factor kualitatif yang tidak bisa bersangkutan dengan tidak menjawab konfirmasi, seperti yang tidak diterima menyangkut transaksi akhir tahun.
·         Tidak adanya jawaban, yang diproyeksikan sebagai salah saji 100% terhadap populasi dan ditambahkan kejumlah semua perbedaan lainnya yang belum disesuaikan, tidak akan mempengaruhi keputusan auditor tentang apakah laporan keuangan secara material sudah benar

Memeriksa Penagihan Berikutnya

Bukti terbaik mengenai eksistensi dan ketertagihan piutang adalah penerimaan pembayaran dari pelanggan, sebelum mengakhiri pekerjaan lapangan audit, klien mungkin telah menerima pembayaran dari beberapa pelanggansebagai pelunashutang pada tanggal konfirmasi.

Memvouching Faktur-faktur terbuka yang Berisi Saldo

Satu-satunya perbedaan adalah bahwa prosedur tersebut dibatasi untuk itemitem yang mengandung saldo akun per tanggal dimana jawaban konfirmasi tidak diterima dan bukan keseluruhan populasi piutang usaha.
Mengikhtisarkan dan Mengevaluasi hasil
Ikhtiar tersebut harus memberikan, pada tingkat minimum, data statistik mengenai:
·         Jumlah dan nilai dollar dan konfirmasi yang dikirimkan serta jawaban yang diterima
·         Proporsi dari total populasi yang dicakup oleh sample

Aplikabilitas asersi

Konfirmasi piutang usaha merupakan sumber bukti yang utama dalam memenuhi asersi eksistensi atau kejadian, akan tetapi jawaban atas konfirmasi itu dapat mengungkapkan item-item yang telah dibayar sebelumnya atau item-item yang tidak sesuai yang mempengaruhi penilaian yang tepat atas jumlah yang terhutang.

Mengevaluasi Kelayakan Penyisihan Piutang Tak Tertagih

·         Penggunaan perangkat lunak audit tergeneralisasi untuk menjumlah secara vertical dan menjumlah kesamping neraca saldo umur piutang usaha.
·         Pengevaluasian estimasi sebelumnya atas piutang tak tertagih dengan pengalaman berikutnya dan melihat kembali pengalaman sebelumya.

Perbandingan Penyajiaan Laporan dengan GAAP

Auditor harus memiliki pengetahuan tentang cara penyajian laporan dan persyaratan pengungkapan untuk piutang usaha dan penjualan menurut prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umumnya (GAAP). Persyaratan ini meliputu identifikasi dan klasifikasi yang tepat, serta pihak terkait lainnya

Jasa Bernilai Tambahan

Dalam proses pelaksanaan audit, auditor dapat menetapkan tolak ukur (benchmark) at6as kinerja purusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, sebagai contoh auditor dapat membicarakan:
·         Perusahaan telah secara efektif memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan penjualan berdasarkan rasio penjualan terhadap total aktiva.
·         Piutang telah tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan penjualan, sehingga menghabiskan arus kas.

Setelah auditor menyelesaikan audit atas siklus penjualan, dia harus mengikhtisarkan masalah penting yang dapat menghambat kinerja jasa bernilai tambahan. Auditor dapat merekomendasikan bahwa klien harus mempertimbangkan untuk mendorong perputaran lebih cepat dengan diskon tunai, auditor dapat menggunakan pengetahuan yang diperoleh tentang aspek-aspek lain dari audit menetukan apakah utilisasi yang buruk atas total aktiva akan meninbulkan masalah piutang. Dengan cara ini akuntan publik bersertifikat (CPA) akan menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama melakukan audit guna membantu klien dalam mengidentifikasi peluang untuk memperbaiki kinerja bisnis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar